Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan pejabat negara dan TNI di Istana Kepresidenan, termasuk Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo Budi Revita sebagai KSAD.
Rangkaian pelantikan ini mencakup penataan posisi strategis di jajaran TNI, pimpinan badan pemerintah non-kementerian, serta empat wakil menteri baru (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
Langkah penataan ini ditandai dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) untuk masing-masing jabatan dan pengambilan sumpah jabatan secara langsung di hadapan Kepala Negara (TVRI News, 15 Oktober 2026; Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
Pergantian Strategis di Tubuh TNI dan BNPB
Salah satu sorotan utama dalam pelantikan ini adalah pergeseran posisi pimpinan di lingkungan TNI (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026):
-
Wakil Panglima TNI & Kepala BNPPDT: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), kini resmi dilantik sebagai Wakil Panglima TNI (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026). Selain itu, Maruli merangkap tugas sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) (TVRI News, 15 Oktober 2026).
-
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD): Posisi KSAD selanjutnya dipercayakan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/TNI/Tahun 2026 (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
-
Kepala BNPB: Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Suharyanto berdasarkan Keppres Nomor 113/P Tahun 2026 (Suara.com, 15 Oktober 2026).
Empat Wakil Menteri dan Pimpinan Badan Resmi Dilantik
Selain posisi militer dan penanggulangan bencana, Presiden Prabowo melantik empat wakil menteri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42/M Tahun 2026 guna memperkuat tata kelola kementerian teknis (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026):
-
Marsekal TNI Yusuf Jauhari — Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
-
Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon — Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
-
Alim Setiawan Slamet — Wakil Menteri Pertanian (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
-
M. Maulana Bungaran — Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026).
Di sektor pengelolaan lingkungan hidup dan ekosistem pesisir, Presiden melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), didampingi oleh Mayjen Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN (TVRI News, 15 Oktober 2026).
Daftar Lengkap Sembilan Pejabat yang Dilantik
| No | Nama | Jabatan Baru | |
| 1 | Jenderal TNI Maruli Simanjuntak | Wakil Panglima TNI & Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil | |
| 2 | Jenderal TNI Tandyo Budi Revita | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) | |
| 3 | Letjen TNI Kristomei Sianturi | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) | |
| 4 | Satyawan Pudyatmoko | Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) | |
| 5 | Mayjen Sriyanto | Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) | |
| 6 | Alim Setiawan Slamet | Wakil Menteri Pertanian | |
| 7 | Marsekal TNI Yusuf Jauhari | Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi | |
| 8 | Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon | Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan | |
| Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â | |||
| 9 | Maulana Bungaran    | Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan |
Catatan Redaksi
Redaksi bamsoetnews.com menyajikan laporan pelantikan ini berdasarkan dokumen resmi siaran pers Presiden Republik Indonesia serta liputan TVRI News per 15 Oktober 2026. Penataan posisi pimpinan tinggi ini ditujukan untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan koordinasi kelembagaan di lingkungan TNI maupun kementerian/badan negara (TVRI News, 15 Oktober 2026; Presiden Republik Indonesia, 15 Oktober 2026). (BSN-01)



