Produksi baja mentah global turun 1,2 persen menjadi 144,2 juta ton pada Agustus. Penurunan terutama dipicu melemahnya produksi China, sementara India dan Vietnam mencatat pertumbuhan.
Produksi baja mentah global mencapai 144,2 juta ton pada Agustus, turun 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terutama dipengaruhi melemahnya produksi China sebagai produsen baja terbesar dunia.
Menurut World Steel Association, produksi baja mentah China pada Agustus turun 3,7 persen menjadi 74,6 juta ton. Sebaliknya, India mencatat kenaikan produksi 4,6 persen menjadi 14,8 juta ton.
Di antara produsen utama lainnya, produksi Amerika Serikat yang berdasarkan estimasi naik 3 persen menjadi 7,3 juta ton, sedangkan Jepang meningkat 0,4 persen menjadi 6,7 juta ton.
Rusia diperkirakan mengalami penurunan produksi 0,3 persen menjadi 5,5 juta ton. Sementara itu, Korea Selatan meningkatkan produksi 2,6 persen menjadi 5,4 juta ton.
Turki memproduksi 3,4 juta ton baja mentah pada Agustus, turun tipis 0,4 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Jerman mencatat produksi 2,6 juta ton atau meningkat 1,7 persen, sedangkan Brasil mengalami penurunan 6,2 persen menjadi 2,7 juta ton.
Vietnam menjadi negara dengan kenaikan produksi bulanan terbesar di antara 10 produsen utama. Produksi baja mentah Vietnam melonjak 36,4 persen menjadi 2,7 juta ton pada Agustus.
Produksi Januari–Agustus Masih Turun
Secara kumulatif, produksi baja mentah dunia sepanjang Januari–Agustus mencapai sekitar 1,2 miliar ton, turun 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
China mencatat produksi 651,9 juta ton, turun 3,1 persen. Sebaliknya, India meningkatkan produksinya 6 persen menjadi 115,9 juta ton.
Produksi Amerika Serikat berdasarkan estimasi naik 5,5 persen menjadi 57,5 juta ton, sementara Jepang turun 0,2 persen menjadi 54 juta ton.
Rusia diperkirakan memproduksi 43,8 juta ton sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, turun 5,1 persen. Korea Selatan justru mencatat kenaikan 2,8 persen menjadi 42,8 juta ton.
Turki mempertahankan pertumbuhan produksinya dengan kenaikan 6,8 persen menjadi 26,6 juta ton pada Januari–Agustus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jerman menghasilkan 23,9 juta ton atau meningkat 6,3 persen. Sementara itu, produksi Brasil turun 1,8 persen menjadi 21,8 juta ton. Sumber




