Harga minyak dunia turun pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah muncul harapan Eropa melepas cadangan diesel. Namun, ketegangan AS-Iran dan penghentian ekspor BBM China membatasi penurunan.
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah muncul ekspektasi negara-negara Eropa akan melepas sebagian cadangan diesel darurat untuk meredakan tekanan pasokan bahan bakar olahan.
Namun, penurunan harga minyak terbatas karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat. Pada pukul 10.07 waktu setempat atau 07.07 GMT, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 1,6 persen menjadi US$101,32 per barel dari US$103 pada penutupan sebelumnya. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 1,4 persen menjadi US$91,65 per barel dari US$93. (Anadolu Agency, 2 Oktober 2026).
Penurunan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya mungkin meminta negara-negara Eropa mengeluarkan sebagian cadangan diesel mereka untuk membantu menekan harga bahan bakar.
Ketika ditanya mengenai rencana tersebut, Trump mengatakan harga bahan bakar telah mulai turun dan pelepasan cadangan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperbesar pasokan di pasar. (Anadolu Agency, 2 Oktober 2026).
AS Dorong Pelepasan 120 Juta Barel Diesel
Pemerintah AS sebelumnya telah mengusulkan agar negara-negara Uni Eropa (UE) melepas sekitar 120 juta barel diesel dari cadangan strategis mereka selama 180 hari.
Jumlah tersebut setara dengan lebih dari sepertiga cadangan diesel Eropa yang diperkirakan mencapai sekitar 315 juta barel. Pemerintah AS juga disebut telah mendesak sejumlah negara, termasuk Prancis dan Jerman, untuk meningkatkan pasokan dari cadangan darurat. (Al Jazeera, 2 Oktober 2026).
Tekanan tersebut muncul ketika harga diesel meningkat tajam akibat terganggunya pasokan dari sejumlah kawasan. Al Jazeera melaporkan harga diesel AS sempat mencapai rekor US$6,53 per galon pada pekan sebelumnya, sedangkan rata-rata harga diesel Eropa mencapai 2,24 euro per liter. (Al Jazeera, 2 Oktober 2026).
Di Eropa, pembahasan mengenai pelepasan cadangan masih berlangsung. Komisi Eropa menyatakan negara-negara anggota sedang mengoordinasikan kemungkinan pelepasan stok melalui mekanisme Badan Energi Internasional (IEA). Salah satu usulan yang dibahas di tingkat Eropa adalah pelepasan sekitar 50 juta barel diesel. (EU Reporter, 2 Oktober 2026).
Trump: Harga Minyak Bisa Jatuh Tajam
Trump juga mengaitkan harga minyak dengan konflik AS dan Iran. Ia mengatakan harga minyak dapat turun tajam apabila perang berakhir.
“One way or the other, it’s going to end very quick. And when that ends, oil prices are going to drop like a rock.” (Anadolu Agency, 2 Oktober 2026).
Trump juga menyatakan pasukan AS telah meningkatkan pergerakan minyak melalui Selat Hormuz dan menyebut Angkatan Laut AS memiliki peran dalam mengamankan jalur pelayaran tersebut. Kondisi di kawasan itu menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pelaku pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. (Anadolu Agency, 2 Oktober 2026).
AS Tambah Sistem Patriot di Kawasan Teluk
Di tengah upaya meredakan tekanan harga bahan bakar, risiko geopolitik justru kembali meningkat.
Menurut laporan Axios, militer AS dalam beberapa pekan terakhir mengirim dua baterai tambahan sistem pertahanan udara Patriot ke Arab Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas minyak dan gas utama kedua negara.
Pengiriman tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan kepada kedua sekutu AS jika pemerintahan Trump kembali melakukan operasi militer besar terhadap Iran. (Axios, 2 Oktober 2026).
Laporan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. Jika konflik kembali meningkat dan mengganggu fasilitas energi atau jalur pelayaran, risiko gangguan pasokan minyak dan produk olahan dapat kembali meningkat. (Anadolu Agency, 2 Oktober 2026).
China Hentikan Sebagian Ekspor BBM
Tekanan pasokan juga datang dari Asia. Kilang-kilang China dilaporkan menghentikan ekspor produk minyak ke wilayah di luar Hong Kong dan Makau selama Oktober.
Reuters melaporkan keputusan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar domestik. PetroChina bahkan membatalkan sejumlah pengiriman bensin dan bahan bakar jet yang sebelumnya dijadwalkan pada Oktober. (Reuters, 1 Oktober 2026).
Pembatasan ekspor China berpotensi memperketat pasar bahan bakar global yang sudah menghadapi gangguan pasokan dari Timur Tengah dan Rusia. Pasar diesel Asia juga merespons dengan kenaikan margin penyulingan dan pelebaran selisih harga kontrak, yang mencerminkan kekhawatiran terhadap pasokan jangka pendek. (Reuters, 1 Oktober 2026).
Dengan demikian, pergerakan harga minyak saat ini berada di antara dua kekuatan. Di satu sisi, kemungkinan pelepasan cadangan diesel Eropa memberikan harapan tambahan pasokan dan menekan harga. Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah serta pembatasan ekspor produk minyak China mempertahankan kekhawatiran mengenai pasokan global.
Brent masih bertahan di atas level US$100 per barel, sementara pasar terus mencermati perkembangan konflik Iran, kondisi Selat Hormuz, kebijakan cadangan bahan bakar Eropa, serta keputusan negara-negara produsen dan konsumen utama dalam beberapa hari ke depan. (BSN-01)



