Militer Israel meluncurkan gelombang serangan udara besar-besaran ke ibu kota Iran, Teheran. Simak laporan terkini dampak serangan dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

TEHERAN, BAMSOETNEWS.COM Militer Israel mengumumkan telah memulai gelombang serangan udara “skala besar” di ibu kota Iran, Teheran, pada Selasa (17/3/2026). Langkah ini menandai eskalasi drastis dalam konflik yang melibatkan kekuatan militer utama di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, pihak militer mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur rezim yang tersebar di seluruh penjuru ibu kota. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian spesifik mengenai target yang dibom maupun jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.

Serangan udara besar-besaran ini terjadi tak lama setelah media Israel melaporkan adanya rentetan tembakan rudal dari pihak Iran. Ketegangan memuncak menyusul klaim Israel yang menyatakan telah membunuh pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani, dalam sebuah serangan udara semalam.

Sejak 28 Februari lalu, Israel yang didukung oleh Amerika Serikat terus melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran. Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Konflik ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa di kawasan tersebut, tetapi juga mulai mengganggu pasar global serta jalur penerbangan internasional secara signifikan.

Sumber: Anadolu Agency

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini