Otoritas Iran menahan 4 orang termasuk warga asing karena menyelundupkan Starlink di Jolfa. Terkait dugaan kerja sama intelijen dengan jaringan AS-Israel.
TEHERAN, BAMSOETNEWS.COM – Otoritas keamanan Iran dilaporkan telah menahan empat orang, termasuk dua warga negara asing, di wilayah barat laut negara tersebut pada Minggu (19/4/2026). Penangkapan ini terkait dengan impor ilegal perangkat internet satelit dan dugaan kerja sama intelijen dengan jaringan yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dikutip dari laporan kantor berita semi-resmi Tasnim yang dilansir Anadolu Agency, Jaksa Penuntut Umum wilayah Jolfa mengonfirmasi bahwa para tersangka ditangkap karena menyelundupkan peralatan internet satelit, termasuk terminal Starlink. Di Iran, penggunaan dan impor perangkat tersebut tanpa izin merupakan tindak pidana serius.
Selain penyelundupan perangkat keras, para tersangka dituduh melakukan “kerja sama intelijen” dengan jaringan luar negeri yang memiliki hubungan dengan AS dan Israel. Langkah tegas ini diambil di tengah upaya Iran memperketat pengawasan ruang digital selama masa konflik regional yang sedang berlangsung.
Operasi penangkapan ini bertepatan dengan periode pemadaman internet (internet blackout) yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di seluruh wilayah Iran. Otoritas setempat memandang penggunaan internet satelit seperti Starlink sebagai upaya ilegal untuk menembus sensor negara dan melakukan komunikasi gelap.
Sejak pecahnya perang antara poros AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, yang telah merenggut lebih dari 3.300 nyawa, Iran telah menangkap ratusan orang atas tuduhan serupa. Penahanan warga asing dalam operasi di Jolfa ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara Teheran dengan pihak Barat.
Hingga saat ini, pihak keamanan masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kedua warga asing tersebut guna mengetahui peran spesifik mereka dalam jaringan distribusi internet satelit yang dilarang tersebut.
Analisis BAMSOETNEWS.COM: Perang Sinyal di Tengah Blackout Digital
Penangkapan penyelundup Starlink di wilayah perbatasan Jolfa menunjukkan bahwa Iran kini menghadapi “front kedua” dalam perang melawan AS-Israel, yaitu front kedaulatan digital. Analisis kami melihat bahwa Starlink bukan lagi sekadar alat komunikasi bagi masyarakat sipil di mata Teheran, melainkan instrumen perang asimetris yang digunakan untuk mem bypass kontrol informasi negara.
Masuknya dua warga negara asing dalam jaringan ini mengindikasikan adanya operasi terorganisir untuk membangun infrastruktur internet alternatif guna mengimbangi pemadaman internet nasional. Bagi Iran, penguasaan atas pintu masuk Starlink adalah kunci untuk mencegah koordinasi internal yang dibantu oleh pihak eksternal. Eskalasi penangkapan ini diprediksi akan membuat Iran semakin memperketat perbatasan barat lautnya dan kemungkinan besar akan memicu protes diplomatik baru terkait status warga negara asing yang ditahan dengan tuduhan spionase tersebut. ****

























