Ketegangan Memuncak: Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz Selama Blokade AS Berlanjut

Iran ancam tutup Selat Hormuz jika blokade AS tidak dicabut. Kapal berbendera India ditembaki, memicu ketegangan menjelang berakhirnya gencatan senjata.

TEHERAN, BAMSOETNEWS.COM – Pemerintah Iran mempertegas komitmennya untuk membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran belum dicabut. Ancaman ini muncul di tengah upaya keras para mediator internasional untuk mengamankan perundingan lanjutan sebelum masa gencatan senjata berakhir pada pekan ini.

Dikutip dari laporan The Korea Times, Senin (20/4/2026), Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Qalibaf, menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa Teheran akan terus menargetkan kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi jalur perairan krusial tersebut. Pernyataan ini menyusul insiden penembakan terhadap kapal-kapal yang mencoba melintas pada hari Sabtu lalu.

“Sangat mustahil bagi pihak lain untuk melewati Selat Hormuz sementara kami sendiri tidak bisa,” tegas Qalibaf, yang juga menjabat sebagai negosiator utama Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Laporan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengungkapkan bahwa kapal motor cepat milik Garda Revolusi Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal tanker dan mengenai kapal kontainer lainnya. Dua kapal berbendera India terpaksa berbalik arah setelah mendapat serangan di tengah perjalanan.

Kementerian Luar Negeri India dilaporkan telah memanggil Duta Besar Iran menyusul “insiden serius” ini, terutama karena sebelumnya Iran sempat mengizinkan beberapa kapal tujuan India untuk melintas. Akibat insiden ini, kapal-kapal tanker di Teluk Persia memilih untuk bertahan di posisi masing-masing dan enggan mengambil risiko.

Gencatan senjata rapuh yang dimediasi oleh Pakistan antara AS dan Iran dijadwalkan akan berakhir pada hari Rabu lusa. Meskipun Iran mengaku telah menerima proposal baru dari Amerika Serikat melalui mediator Pakistan, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyatakan bahwa Teheran belum siap untuk pembicaraan tatap muka karena Washington dianggap belum meninggalkan posisi “maksimalisnya”.

Konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 ini telah merenggut sedikitnya 3.000 nyawa di Iran, lebih dari 2.290 di Lebanon, dan 13 anggota layanan militer AS. Selat Hormuz kini menjadi senjata paling ampuh bagi Iran untuk menekan ekonomi global dan membalas tekanan blokade yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Analisis BAMSOETNEWS.COM: Strategi “Chokepoint” dan Risiko Perang Energi Global

Langkah Iran untuk menggandakan ancaman di Selat Hormuz menunjukkan bahwa Teheran tidak lagi melihat gencatan senjata sebagai tujuan akhir, melainkan hanya alat tawar (bargaining chip). Dengan mengontrol seperlima pasokan minyak dunia yang melewati selat tersebut, Iran secara efektif menyandera stabilitas ekonomi global untuk memaksa AS mencabut blokade pelabuhan.

Analisis intelijen kami menunjukkan bahwa insiden penembakan terhadap kapal berbendera India adalah sinyal bahwa Iran tidak segan-segan mengabaikan hubungan diplomatik dengan negara netral demi menunjukkan keseriusan blokade tandingannya. Jika mediator Pakistan gagal menjembatani perbedaan sebelum hari Rabu, maka “status quo” pertempuran kemungkinan besar akan kembali ke fase kinetik yang jauh lebih masif. Bagi pasar energi dunia, ketidakpastian ini adalah alarm merah yang dapat memicu lonjakan harga minyak mentah secara liar dalam hitungan jam. *****

 

Popular

Sarwendah Fokus Hak Asuh Anak di Tengah Laporan Polisi Ruben Onsu

Di tengah dua laporan polisi oleh Ruben Onsu, Sarwendah...

Suzy Beli Hunian Mewah Puluhan Miliar Won di Gangnam, Bakal Bertetangga dengan Jisoo BLACKPINK

Penyanyi sekaligus aktris Suzy dilaporkan membeli hunian supermewah L’Arbre...

KPK Ungkap 8 Tersangka Kasus Jalan Sumut Diduga Terima Uang Rp8,37 Miliar

KPK mengungkap 8 tersangka kasus proyek jalan Sumut diduga...

Dua Tim Formula 1 Bakal Tampil dengan Livery Spesial di GP Amerika Serikat 2026

Aston Martin dan Mercedes-AMG F1 bakal tampil beda dengan...

Puan Tekankan Peran Pesantren dalam Pembangunan pada Hari Santri 2026

Puan Maharani menekankan pentingnya peran santri dan pesantren dalam...

Pilihan Redaksi

Sarwendah Fokus Hak Asuh Anak di Tengah Laporan Polisi Ruben Onsu

Di tengah dua laporan polisi oleh Ruben Onsu, Sarwendah...

Suzy Beli Hunian Mewah Puluhan Miliar Won di Gangnam, Bakal Bertetangga dengan Jisoo BLACKPINK

Penyanyi sekaligus aktris Suzy dilaporkan membeli hunian supermewah L’Arbre...

KPK Ungkap 8 Tersangka Kasus Jalan Sumut Diduga Terima Uang Rp8,37 Miliar

KPK mengungkap 8 tersangka kasus proyek jalan Sumut diduga...

Dua Tim Formula 1 Bakal Tampil dengan Livery Spesial di GP Amerika Serikat 2026

Aston Martin dan Mercedes-AMG F1 bakal tampil beda dengan...

Puan Tekankan Peran Pesantren dalam Pembangunan pada Hari Santri 2026

Puan Maharani menekankan pentingnya peran santri dan pesantren dalam...

Bamsoet Tegaskan APBN Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Inklusif dan Kesejahteraan Rakyat

Bamsoet tegaskan APBN harus jadi motor penggerak pertumbuhan inklusif....

Bamsoet Tegaskan Keamanan Nasional Harus Sejalan dengan Keadilan dan Kesejahteraan

Bamsoet menegaskan keamanan nasional harus berjalan seiring dengan keadilan...
spot_img

Berita Terkait

Popular Categories

spot_imgspot_img