Militer Israel Cegat Kapal Kemanusiaan Global Sumud, Ratusan Aktivis Terdampar di Tengah Badai

Pasukan laut Israel lumpuhkan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di dekat Pulau Kreta. Ratusan sipil terdampar di tengah ancaman badai besar.

CRETE, BAMSOETNEWS.COM – Situasi mencekam terjadi di perairan internasional setelah pasukan angkatan laut Israel dilaporkan mencegat dan melumpuhkan sejumlah kapal yang tergabung dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Insiden ini menyebabkan ratusan warga sipil terombang-ambing di laut lepas tepat saat badai besar mendekat.

Dikutip dari laporan Anadolu Agency, kelompok Global Sumud Flotilla menyatakan melalui platform media sosial X bahwa pasukan Israel secara sistematis menaiki dan merusak mesin serta sistem navigasi berbagai kapal dalam armada tersebut.

“Setelah menghancurkan mesin dan merusak perangkat navigasi, militer mundur—dengan sengaja membiarkan ratusan warga sipil terdampar di kapal yang rusak dan tanpa daya, tepat di jalur badai besar yang sedang mendekat,” tulis pernyataan resmi kelompok tersebut, Kamis pagi (30/4/2026).

Selain perusakan fisik, armada tersebut juga melaporkan adanya gangguan sinyal (jamming) yang memutus kemampuan koordinasi antar-kapal atau pengiriman sinyal minta tolong. Mereka menyebut tindakan ini sebagai “doktrin penelantaran yang direkayasa” (engineered abandonment).

Di sisi lain, laporan dari Radio Angkatan Darat Israel pada Rabu malam mengonfirmasi bahwa pasukan laut mereka telah mulai mengambil alih kapal-kapal armada tersebut di posisi yang jauh dari pantai Israel. Militer Israel sejauh ini dilaporkan telah menyita tujuh kapal di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Armada Global Sumud Flotilla sedianya membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza dengan tujuan mematahkan blokade Israel serta membuka koridor laut bagi warga Palestina.

Israel sendiri telah menerapkan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007. Kondisi ini menyebabkan sekitar 1,5 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal akibat rumah-rumah mereka hancur selama masa peperangan.

Analisis BAMSOETNEWS.COM: Sabotase Maritim dan Krisis Kemanusiaan di Perairan Internasional

Penindakan militer Israel terhadap Global Sumud Flotilla di dekat Pulau Kreta menandakan perluasan wilayah operasi angkatan laut Israel hingga jauh ke perairan internasional. Analisis intelijen keamanan kami melihat bahwa tindakan melumpuhkan mesin kapal (sabotase teknis) daripada melakukan penahanan resmi adalah taktik untuk menghindari tanggung jawab hukum langsung atas keselamatan aktivis.

Dengan membiarkan kapal-kapal tanpa daya di jalur badai, Israel menggunakan “faktor alam” sebagai elemen tekanan psikologis sekaligus ancaman fisik tanpa keterlibatan langsung senjata api. Tindakan ini diprediksi akan memicu kecaman keras dari komunitas internasional, khususnya Yunani sebagai wilayah terdekat, serta memperburuk citra Israel dalam hukum laut internasional (UNCLOS). Ketegangan ini juga dipastikan akan meningkatkan eskalasi politik di kawasan Mediterania Timur, mengingat misi bantuan kemanusiaan ini memiliki dukungan luas dari berbagai organisasi warga sipil global. ****

Popular

Harga Minyak Turun, Pasar Tunggu Pelepasan Cadangan Diesel Eropa

Harga minyak dunia turun pada Jumat, 2 Oktober 2026,...

Rod Stewart Umumkan Tur 2027 Jadi Tur Arena Terakhirnya

Penyanyi Inggris Rod Stewart mengumumkan tur Inggris dan Eropa...

Melon Music Awards 2026 Umumkan 15 Artis sebagai Lineup

Melon Music Awards 2026 mengumumkan enam artis tambahan dalam...

Film Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Nest Award 2026 di San Sebastián International Film Festival

Film pendek Dihapus dari Peta karya mahasiswa ISI Yogyakarta...

Komisi XIII DPR Kunjungi Lapas Cibinong, Cek Langsung Temuan Fasilitas Mewah

Komisi XIII DPR RI melakukan sidak ke Lapas Cibinong...

Pilihan Redaksi

Harga Minyak Turun, Pasar Tunggu Pelepasan Cadangan Diesel Eropa

Harga minyak dunia turun pada Jumat, 2 Oktober 2026,...

Rod Stewart Umumkan Tur 2027 Jadi Tur Arena Terakhirnya

Penyanyi Inggris Rod Stewart mengumumkan tur Inggris dan Eropa...

Melon Music Awards 2026 Umumkan 15 Artis sebagai Lineup

Melon Music Awards 2026 mengumumkan enam artis tambahan dalam...

Film Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Nest Award 2026 di San Sebastián International Film Festival

Film pendek Dihapus dari Peta karya mahasiswa ISI Yogyakarta...

Komisi XIII DPR Kunjungi Lapas Cibinong, Cek Langsung Temuan Fasilitas Mewah

Komisi XIII DPR RI melakukan sidak ke Lapas Cibinong...

RUU LLAJ Mulai Dibahas DPR dan Pemerintah, 89 Pasal Diusulkan Berubah

DPR dan pemerintah mulai membahas revisi UU LLAJ. Draf...

APBN 2027 Disahkan, Bamsoet Dorong Anggaran Memberi Dampak Nyata bagi Masyarakat

APBN 2027 resmi disahkan DPR dengan belanja negara Rp4.106,3...

Bamsoet Soroti Penegakan Hukum: Jangan Sampai Pengusaha yang Benar Justru Disalahkan

Bamsoet menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil untuk menjaga...
spot_img

Berita Terkait

Popular Categories

spot_imgspot_img