Bingung investasi di tengah perang? Simak panduan Bamsoetnews mengenai instrumen safe haven terbaik saat konflik Iran-Israel memanas.

Oleh: Redaksi Keuangan Bamsoetnews

JAKARTA, BAMSOETNEWS.COM — Perang bukan hanya soal kekuatan militer, tapi juga ketahanan finansial. Saat rudal menghantam pusat ekonomi seperti Tel Aviv, pasar saham biasanya akan mengalami koreksi tajam. Berikut adalah instrumen investasi yang cenderung stabil atau bahkan menguat di tengah konflik Iran-Israel:

1. Emas (Safe Haven Klasik)

Emas tetap menjadi “raja” saat terjadi ketidakpastian geopolitik. Nilainya cenderung naik ketika mata uang fiat (seperti Rupiah atau bahkan USD) mengalami fluktuasi hebat. Bagi investor ritel, menambah porsi emas batangan adalah langkah paling logis untuk menjaga nilai kekayaan.

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Di tengah guncangan ekonomi, instrumen yang dijamin oleh negara seperti SBN atau Sukuk Tabungan menjadi pilihan yang jauh lebih aman daripada saham sektor konsumsi atau properti. Tingkat pengembaliannya stabil dan risiko gagal bayarnya sangat rendah.

3. Saham Sektor Energi dan Komoditas

Konflik di Timur Tengah selalu berujung pada lonjakan harga minyak dan gas. Perusahaan-perusahaan di sektor energi dan pertambangan biasanya akan mendapat keuntungan (windfall profit) dari kenaikan harga komoditas dunia. Ini adalah sektor yang layak dipantau untuk jangka pendek.

4. Simpanan Kas dalam Mata Uang Kuat

Memiliki cadangan kas dalam bentuk mata uang hard currency seperti Dollar AS atau Swiss Franc dapat menjadi bantalan saat Rupiah terdepresiasi akibat sentimen negatif pasar terhadap negara berkembang. ****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini