Kepala IAEA Rafael Grossi peringatkan bahaya serangan di dekat PLTN Bushehr Iran. Risiko kecelakaan radiologi besar mengancam keselamatan warga di Timur Tengah.
WINA, BAMSOETNEWS.COM – Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengeluarkan peringatan keras terkait serangan militer yang terjadi di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, Iran. Ia menegaskan bahwa setiap serangan di sekitar fasilitas nuklir dapat memicu kecelakaan radiologi besar dengan dampak yang meluas.
Melalui pernyataan di platform media sosial X pada Kamis (26/3/2026), Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan “keprihatinan mendalam” atas laporan adanya serangan di dekat fasilitas tersebut pada Selasa malam sebelumnya.
Grossi mengingatkan bahwa Bushehr adalah PLTN yang sedang beroperasi dan menyimpan material nuklir dalam jumlah besar. Menurutnya, kerusakan apa pun pada fasilitas tersebut dapat membawa implikasi yang sangat serius bagi keamanan kawasan.
IAEA memperingatkan bahwa serangan langsung maupun tidak langsung terhadap situs tersebut dapat menyebabkan “kecelakaan radiologi besar yang memengaruhi wilayah luas di Iran dan negara-negara di sekitarnya.”
“Bushehr adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi. Serangan terhadap lokasi ini berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga lintas batas negara,” tegas Grossi.
Dalam menghadapi situasi yang kian memanas, pimpinan badan pengawas nuklir PBB tersebut menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menunjukkan “menahan diri secara maksimal.” Langkah ini diperlukan guna menghindari eskalasi lebih lanjut dan mencegah risiko fatal terhadap keselamatan nuklir.
Grossi juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kerangka kerja tujuh pilar IAEA. Dokumen tersebut dirancang khusus untuk menjamin keselamatan dan keamanan nuklir tetap terjaga meskipun dalam situasi konflik bersenjata.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Iran guna memastikan tidak ada kebocoran radiasi yang mengancam keselamatan warga sipil di Timur Tengah.
Sumber: Anadolu Agency

























