Bamsoet dorong KBPP Polri jadi mitra strategis jaga stabilitas nasional & keamanan siber. Simak pesan Bambang Soesatyo di Munas VI KBPP Polri.

JAKARTA, BAMSOETNEWS.COM – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Dewan Kehormatan Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menekankan pentingnya memperkuat soliditas KBPP Polri sebagai mitra strategis negara. Hal ini krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dikutip dari Pers Rilis, Jumat (15/5/2026), Bamsoet menyatakan bahwa situasi keamanan nasional yang kondusif sepanjang tahun 2025 merupakan modal utama bagi keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“KBPP Polri harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu merawat persatuan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi jembatan antara rakyat dengan institusi negara. Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian, soliditas organisasi menjadi faktor penting untuk menjaga Indonesia tetap aman, teduh, dan produktif,” ujar Bamsoet saat membuka Munas VI KBPP Polri di Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto, Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty, serta jajaran Dewan Penasehat dan Pembina seperti Komjen Pol. (Purn) Adang Daradjatun dan Komjen Pol (Purn) M. Nurdin.

Bamsoet, yang juga merupakan Ketua DPR RI ke-20, memaparkan bahwa tantangan keamanan saat ini telah bergeser ke ruang digital. Infiltrasi ideologi ekstrem, penyebaran hoaks, hingga kejahatan siber menjadi ancaman nyata yang dapat memecah belah masyarakat dan mengganggu stabilitas investasi.

Data Polri mencatat sepanjang tahun 2025, aparat kepolisian menangani lebih dari 325 ribu kasus kejahatan dengan tingkat penyelesaian mencapai 76,22 persen. Selain itu, Densus 88 berhasil mempertahankan status zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

“Keamanan nasional tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat negara. Dibutuhkan partisipasi masyarakat sipil yang aktif. KBPP Polri memiliki posisi strategis karena lahir dari tradisi pengabdian dan disiplin Polri,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Lebih lanjut, Bamsoet mendorong KBPP Polri untuk aktif menjangkau generasi muda guna mengoptimalkan bonus demografi. Menurutnya, tanpa pembinaan karakter dan literasi digital yang kuat, ruang digital dapat menjadi arena subur bagi provokasi dan kriminalitas baru.

“Anak-anak muda harus diajak masuk dalam gerakan kebangsaan yang konkret melalui pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan,” pungkas Bamsoet yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini.

Analisis BAMSOETNEWS.COM: Resiliensi Organisasi di Era Disrupsi Keamanan

Pernyataan Bambang Soesatyo dalam Munas VI KBPP Polri menyoroti pergeseran paradigma keamanan dari konvensional ke arah keamanan insani (human security) dan keamanan siber. Analisis kami melihat bahwa KBPP Polri tidak lagi sekadar menjadi organisasi paguyuban keluarga besar, melainkan bertransformasi menjadi “benteng sosial” yang strategis.

Keberhasilan Polri mempertahankan zero terrorist attack selama tiga tahun adalah prestasi besar, namun Bamsoet mengingatkan bahwa ancaman ideologis kini bergerak melalui algoritma media sosial yang menyasar generasi muda. Keterlibatan KBPP Polri dalam literasi digital bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan upaya kontra-narasi terhadap radikalisme. Sinergi antara organisasi massa yang disiplin dengan institusi Polri menjadi kunci untuk memitigasi polarisasi sosial yang sering kali dipicu oleh tekanan ekonomi global dan kontestasi politik, memastikan bahwa “akar rumput” tetap solid mendukung agenda besar pertumbuhan ekonomi nasional. *****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini