Militer Kuwait berhasil mencegat 9 rudal balistik dan 4 drone dalam 24 jam terakhir di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak detail pertahanan udara Kuwait.
KUWAIT CITY, BAMSOETNEWS.COM – Situasi keamanan di kawasan Teluk semakin genting. Militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sembilan rudal balistik dan empat pesawat nirawak (drone) dalam 24 jam terakhir, Sabtu (21/3/2026).
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Kolonel Saud al-Atwan, menyatakan melalui platform media sosial X bahwa sistem pertahanan udara nasional telah “berhasil mencegat dan menangani” seluruh ancaman tersebut sebelum mencapai target.
Pihak militer juga menegaskan “kesiapan penuh” mereka dalam melindungi keamanan serta kedaulatan negara dari serangan udara yang menyasar wilayah mereka.
Peningkatan serangan rudal ke wilayah Kuwait ini merupakan dampak langsung dari perang terbuka antara aliansi Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang meletus sejak 28 Februari lalu.
Teheran telah berulang kali melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara di kawasan Teluk yang menjadi pangkalan aset militer Amerika Serikat. Kuwait, sebagai salah satu negara yang menampung infrastruktur militer AS, kini berada dalam garis depan ancaman serangan balasan tersebut.
Eskalasi ini terjadi di tengah penolakan Presiden AS Donald Trump untuk melakukan gencatan senjata, yang semakin memanaskan situasi di jalur distribusi energi dunia.
Sumber: Anadolu Agency

























