Presiden AS Donald Trump tegas menolak gencatan senjata dengan Iran. Ia mengklaim Iran telah melemah dan AS bersama Israel fokus mengejar kemenangan total.
WASHINGTON, BAMSOETNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap wacana gencatan senjata dalam perang yang tengah berlangsung antara aliansi AS-Israel melawan Iran. Pernyataan tegas ini disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (20/3/2026).
“Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu, Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang melenyapkan pihak lawan,” ujar Trump sesaat sebelum meninggalkan Washington.
Trump meyakini bahwa Israel memiliki pandangan yang sama dengan Washington untuk terus melanjutkan operasi militer hingga mencapai kemenangan penuh. Hubungan kedua negara saat ini disebut berada dalam posisi yang sangat solid.
“Saya kira begitu (Israel siap melanjutkan perang). Hubungannya sangat baik… Kami menginginkan hal yang kurang lebih sama. Kami berdua menginginkan kemenangan,” tambahnya.
Pernyataan Trump muncul hanya beberapa jam setelah ia mengaku sempat mencari peluang pembicaraan dengan Teheran, namun ia mengklaim “tidak ada orang yang bisa diajak bicara”. Hal ini merujuk pada tewasnya sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat senior Ali Larijani, akibat serangan udara AS-Israel dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, Teheran juga menutup pintu perundingan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang paling “bertanggung jawab” atas pecahnya perang dan dampak kerusakan di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Trump meremehkan ketergantungan AS terhadap Selat Hormuz, jalur logistik minyak mentah paling krusial di dunia yang saat ini ditutup oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai bentuk balasan.
“Kami tidak menggunakan selat itu… Kami tidak membutuhkannya. Eropa membutuhkannya, Korea Selatan, Jepang, China. Jadi mereka lah yang harus sedikit terlibat,” cetus Trump.
Sejauh ini, seruan Trump agar komunitas internasional membantu membuka kembali Selat Hormuz mendapat penolakan dari banyak negara. Sejumlah negara menganggap perang ini dimulai oleh AS tanpa konsultasi internasional, sehingga tanggung jawab berada sepenuhnya di tangan Washington.
Sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari lalu, eskalasi konflik telah menewaskan sekitar 1.300 orang. Tragedi memilukan juga tercatat dengan tewasnya lebih dari 150 anak-anak di sebuah sekolah dasar putri akibat serangan udara. Sebagai balasan, Iran terus meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan aset-aset yang terhubung dengan AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Sumber: Anadolu Agency

























