Ketua DPR RI Puan Maharani desak pemerintah perkuat deteksi dini Hantavirus meski suspek di Kulon Progo & Jakarta negatif. Simak rincian ancaman klaster MV Hondius.

JAKARTA, BAMSOETNEWS.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah dan terus memperkuat pemantauan serta pengintaian (surveilans) terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Penekanan ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus suspek di beberapa daerah yang sempat memicu kekhawatiran publik.

Dikutip dari laporan Antara, Senin (11/5/2026), Puan menyampaikan rasa syukur atas hasil negatif pemeriksaan laboratorium terhadap suspek Hantavirus di Kulon Progo, DIY, serta seorang warga negara asing (WNA) di Jakarta yang masuk dalam daftar kontak erat klaster kapal pesiar MV Hondius.

“Kita bersyukur temuan suspek hantavirus telah dinyatakan negatif. Namun, pemantauan dan surveilans harus terus diperkuat. Perlindungan masyarakat di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi harus menjadi perhatian utama,” ujar Puan Maharani di Jakarta.

Puan menyoroti bahwa ancaman penyakit berbasis lingkungan sering kali muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan yang belum merata. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memastikan kesiapan laboratorium, tenaga medis, serta mekanisme deteksi dini di seluruh daerah.

Ia menekankan pentingnya kehadiran negara sejak tahap awal ancaman kesehatan muncul. Menurutnya, keberhasilan menghadapi wabah tidak hanya diukur dari rendahnya jumlah kasus, tetapi juga kemampuan pemerintah dalam menjaga ketenangan dan membangun kepercayaan publik.

Isu Hantavirus kembali mencuat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari Argentina. Per 2 Mei 2026, tujuh orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Meski WHO menyebut para korban kemungkinan terinfeksi sebelum naik kapal, potensi penularan antarmanusia di atas kapal belum sepenuhnya dikesampingkan. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ada bukti penularan Hantavirus ke manusia di tanah air, menyusul hasil negatif dari serangkaian uji laboratorium terhadap kontak erat klaster tersebut.

Analisis BAMSOETNEWS.COM: Diplomasi Kesehatan dan Mitigasi Berbasis Lingkungan

Langkah Ketua DPR RI Puan Maharani yang mendorong penguatan surveilans di tengah status “negatif” suspek menunjukkan paradigma precautionary principle (prinsip kehati-hatian) dalam kebijakan kesehatan nasional. Analisis kami melihat bahwa Hantavirus, yang secara tradisional ditularkan melalui hewan pengerat (rodensia), menjadi tantangan serius bagi Indonesia yang memiliki keragaman ekologis luas namun distribusi fasilitas laboratorium biosekuriti yang masih terkonsentrasi di kota besar.

Desakan Puan untuk memperkuat sistem pelaporan cepat merupakan respons terhadap isu klaster internasional seperti MV Hondius. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan lalu lintas maritim yang padat, sangat rentan terhadap imported diseases. Mitigasi yang efektif tidak hanya bergantung pada hasil laboratorium, tetapi juga pada sanitasi lingkungan dan pengendalian vektor (tikus) di pelabuhan serta pemukiman padat. DPR melalui fungsi pengawasannya kini memegang peran kunci untuk memastikan anggaran kesehatan dialokasikan secara tepat sasaran pada penguatan deteksi dini di tingkat daerah, guna mencegah kepanikan publik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi pasca-pandemi. ****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini