JAKARTA, BAMSOETNEWS.COM — Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya menjaga jati diri Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai tentara rakyat di tengah upaya modernisasi alutsista dan penguatan profesionalisme. Dalam peringatan HUT ke-80 TNI, Bamsoet menyatakan bahwa kemajuan teknologi pertahanan tidak boleh mengikis kedekatan TNI dengan rakyat. “TNI yang kuat bukan hanya karena alutsistanya modern, tetapi karena tetap berpijak pada rakyat sebagai sumber kekuatannya,” ujarnya.
Menurut Bamsoet, TNI telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam menjaga stabilitas nasional di tengah situasi geopolitik global yang kian dinamis. Ia mengapresiasi peran TNI dalam berbagai operasi kemanusiaan, penegakan hukum di wilayah konflik, serta sinerginya dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. “Sinergi TNI-Polri menjadi benteng kokoh bangsa, apalagi di tengah ancaman multidimensional yang kini muncul dalam berbagai bentuk, dari siber hingga ideologis,” tegasnya.
Bamsoet juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat kebijakan pertahanan nasional agar sejalan dengan prinsip bela negara dan kedaulatan Indonesia. Ia menilai modernisasi alutsista harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan prajurit dan pembinaan karakter TNI yang tangguh. “TNI bukan hanya pelindung kedaulatan, tetapi juga simbol keutuhan bangsa. Modernisasi harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan yang membumi,” pungkas Bamsoet. (BSN-01)






















