Kesehatan

Flying Doctor Indonesia, Layani Pasien yang Tidak Bisa Terbang Sendiri

643
×

Flying Doctor Indonesia, Layani Pasien yang Tidak Bisa Terbang Sendiri

Sebarkan artikel ini
Flying Doctor Indonesia (DOKUMEN FLYING DOCTOR INDONESIA)

JAKARTA (25/3/2023), BAMSOETNEWS.COM — Untuk memberikan wawasan terkait penerbangan khusus bagi pasien kritis selain penerbangan komersial, Flying Doctor Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit Pantai Hospital Kualalumpur, menyelenggarakan ‘Breakfasting Events with Honorable Guest’ di Penang Bistro Resto, Jakarta, Sabtu (25/3/2023).

Menurut CEO Flying Doctor Indonesia, Dr Vika, SpKp, dalam acara ini Flying Doctor Indonesia mendatangkan dua dokter spesialis dari Malaysia, yaitu Dr Azman Raffiq, dokter spesialis bedah syaraf dan Dr Malwinder Singh Sandhu dari RS Pantai Hospital, spesialis onkologis atau kanker. Alasan mendatangkan dua dokter spesialis tersebut, karena banyak kasus dua penyakit tersebut di Indonesia.

“Flying doctor Indonesia sebagai partner resmi dari RS Pantai Hospital Kualalumpur, biasa membantu untuk memfasilitasi, bagaimana cara membawa pasien, terutama bagi pasien yang tidak bisa terbang sendiri dengan penerbangan komersial,” kata Vika.

Selain itu Flying Doctor Indonesia memberikan fasilitas pendampingan tenaga medis, dengan penerbangan pesawat air ambulance ataupun dengan penerbangan komersial yang disesuaikan kondisi pasien.

Acara yang dimulai setelah buka puasa bersama ini, dihadiri partner dari beberapa pihak agen asuransi, agen dokter dan pasien yang datang sekadar menambah ilmu terkait dengan kasus bedah syaraf atau pun kanker. Juga bagaimana caranya mentransport pasien yang tidak bisa terbang sendiri.

Ada beberapa pihak asuransi ikut hadir karena kepentingannya mereka perlu mengetahui bila mereka mempunyai nasabah yang ternyata mempunyai penyakit. Mereka harus merujuk ke dokter siapa atau bagaimana cara membawa pasien tersebut, dan apakah rumah sakit tersebut sudah terkoneksi atau berpartner dengan asuransinya, sehingga untuk masalah pembayaran bisa tercover.

Vika berharap, peserta yang hadir dalam acara ini akan memiliki wawasan terkait penanganan terbaru kanker dan bedah syaraf, dan juga tentang ada alternatif membawa pasien menggunakan pesawat komersial, juga bisa dengan pesawat khusus charter.

“Membawa pasien itu ada caranya, dan bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu selain dengan penerbangan komersial ada penerbangan dengan charter khusus yang bisa kita set seperti mini ICU untuk membawa pasien terutama yang dalam kondisi kritis,” pungkas Vika. (PERS RILIS FLYING DOCTOR INDONESIA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *