Samsung Galaxy A37 hadir dengan chipset Exynos 1480, layar Super AMOLED 1900 nits, dan janji 6 kali update Android. Simak spesifikasi lengkapnya di sini.
SEOUL, BAMSOETNEWS.COM – Samsung kembali memperkuat lini menengah (mid-range) mereka dengan meluncurkan Samsung Galaxy A37 di tahun 2026. Meski hadir dengan desain yang familiar, ponsel ini membawa peningkatan pada sektor performa dan daya tahan material yang biasanya hanya ditemukan pada seri flagship.
Dikutip dari laporan GSMArena, Sabtu (17/4/2026), perubahan paling signifikan pada Galaxy A37 adalah transisi chipset. Jika generasi sebelumnya (Galaxy A36) menggunakan Snapdragon 6 Gen 3, tahun ini Samsung menyematkan Exynos 1480 berbasis fabrikasi 4nm yang dipadukan dengan GPU Xclipse 530.
Galaxy A37 tampil dengan layar Super AMOLED 6,70 inci yang mendukung refresh rate 120Hz. Layar ini diklaim mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 1900 nits, memberikan visibilitas luar biasa di bawah sinar matahari langsung.
Satu hal yang menonjol adalah penggunaan material kaca Gorilla Glass Victus+ pada bagian depan dan belakang, serta sertifikasi IP68 yang menjamin ketahanan terhadap debu dan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Dari sisi kamera, Samsung tetap mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 MP (f/1.8) yang dilengkapi OIS, lensa ultra-wide 8 MP, dan lensa makro 5 MP. Sementara untuk kebutuhan selfie, tersedia kamera depan 12 MP yang mampu merekam video hingga resolusi 4K.
Samsung tampaknya sangat serius dalam hal keberlanjutan perangkat. Galaxy A37 dirilis dengan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5. Samsung menjanjikan dukungan hingga 6 kali pembaruan besar Android (major upgrades), menjadikannya salah satu ponsel kelas menengah dengan masa pakai perangkat lunak terpanjang di pasaran.
Untuk urusan daya, ponsel ini dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat kabel 45W. Namun, sebagaimana tren ramah lingkungan Samsung, konsumen tidak akan menemukan kepala charger di dalam kotak penjualan, melainkan hanya kabel USB Type-C.
Analisis BAMSOETNEWS.COM: Strategi Konservatif di Tengah Kejenuhan Pasar
Kehadiran Galaxy A37 mencerminkan strategi “aman” Samsung di tahun 2026. Dengan menggunakan Exynos 1480—yang secara teknis merupakan “warisan” dari seri Galaxy A55 yang sukses di tahun 2024—Samsung terlihat ingin memastikan stabilitas performa daripada melakukan eksperimen berisiko.
Analisis kami melihat bahwa nilai jual utama Galaxy A37 bukan pada inovasi fiturnya yang “boring”, melainkan pada durabilitas dan janji pembaruan OS selama 6 tahun. Di tengah kondisi ekonomi global yang membuat konsumen lebih lama mempertahankan ponsel mereka, strategi memberikan update jangka panjang adalah langkah brilian untuk menjaga loyalitas pelanggan. Galaxy A37 bukan diciptakan untuk memukau penggemar gadget dengan teknologi revolusioner, melainkan hadir sebagai “pekerja keras” yang reliabel bagi pengguna harian yang menginginkan kualitas flagship (Victus+ dan IP68) dengan harga kelas menengah. ****

























