Mutasi Besar-Besaran Polri Juni 2026: Kapolri Rotasi 1.121 Personel, Kapolda Aceh dan Papua Barat Berganti

Mutasi Besar-Besaran Polri Juni 2026: Kapolri Rotasi 1.121 Personel, Kapolda Aceh dan Papua Barat Berganti

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran terhadap 1.121 personel. Jabatan Kapolda Aceh, Papua Barat, hingga sejumlah Wakapolda bergeser.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, kembali melakukan penyegaran jajaran secara luas di lingkungan Korps Bhayangkara. Melalui penerbitan tujuh Surat Telegram (TR) sekaligus, sebanyak 1.121 perwira mulai dari tingkat tinggi hingga menengah mendapatkan penugasan baru, baik itu perpindahan jabatan maupun promosi karier.

Dalam pergeseran besar-besaran yang berlangsung pada akhir Juni 2026 ini, terjadi perubahan penting di posisi pimpinan Kepolisian Daerah. Posisi Kapolda Aceh resmi beralih tangan menyusul pejabat lamanya yang memasuki masa pensiun. Hal serupa juga terjadi di Polda Papua Barat, diikuti oleh penyesuaian jabatan di sejumlah posisi Wakapolda di berbagai wilayah.
Kepala Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar.
“Mutasi dan kenaikan jabatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, profesionalisme, serta efektivitas tugas kepolisian. Semua ini dilakukan agar pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik lagi,” ujar Brigjen Trunoyudo, Sabtu (27/6/2026).

Daftar Kapolda dan Wakapolda Baru Hasil Mutasi

Berikut rincian pergeseran jabatan utama di tingkat daerah berdasarkan surat keputusan terbaru Kapolri:
Jabatan Pejabat Baru Pejabat Sebelumnya Keterangan
Kapolda Aceh Brigjen Pol Ruddi Setiawan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah Memasuki masa pensiun
Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru Brigjen Pol Gatot Hariwibowo Memasuki masa pensiun
Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktia Brigjen Pol Hendra Wirawan Ditugaskan menjadi Karobinkar SSDM Polri
Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman Brigjen Pol Imam Thobroni Menjabat Auditor Kepolisian Utama Tk I Itwasum Polri
Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa Menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk II Sespim Lemdiklat Polri

Apa Arti di Balik Pergeseran Ini?

Bagi masyarakat, mutasi berskala besar ini bukan sekadar perpindahan jabatan semata, melainkan membawa sejumlah makna strategis:

1. Regenerasi Pemimpin Berjalan Teratur

Pergantian pimpinan di Aceh dan Papua Barat terjadi secara alami karena pejabat lama sudah memasuki batas usia pensiun. Penunjukan perwira bintang satu untuk mengisi posisi Kapolda menunjukkan kesempatan yang luas bagi petugas berprestasi untuk mengemban tanggung jawab lebih besar, sekaligus menyegarkan pola kepemimpinan di daerah.

2. Memperkuat Keamanan di Wilayah Baru

Penempatan pejabat baru di posisi Wakapolda Papua Barat Daya menegaskan perhatian Polri terhadap daerah-daerah pemekaran. Wilayah Otonomi Baru membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat agar pembangunan dan pelayanan publik bisa berjalan lancar tanpa gangguan.

3. Menjaga Kestabilan Jelang Berbagai Agenda Penting

Penyegaran jajaran yang mencakup lebih dari seribu orang ini juga bertujuan menghindari kejenuhan dalam bekerja sekaligus memperbarui jaringan pengawasan dan keamanan. Diharapkan, dengan susunan personel yang baru, kinerja kepolisian di tingkat kabupaten hingga kecamatan bisa lebih maksimal dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan keamanan. Source

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *