IRGC Iran luncurkan Operasi True Promise 4 gempur pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, dan Irak sebagai balasan atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.
TEHERAN, BAMSOETNEWS.COM – Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara, Jumat (13/3/2026).
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita ISNA, IRGC mengonfirmasi telah menghantam pangkalan udara Muwaffaq Salti milik AS di Yordania, serta fasilitas militer AS di Manama (Bahrain) dan Erbil (Kurdistan Irak).
“Pangkalan Muwaffaq Salti, bersama dengan pangkalan AS di Manama dan Erbil, dihantam oleh rudal dan drone IRGC yang ampuh,” tulis pernyataan IRGC.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-43 dan ke-44 dalam rangkaian Operasi True Promise 4 yang dilancarkan pasukan Iran sepanjang Jumat malam.
Operasi militer ini merupakan balasan langsung atas serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah, korban jiwa di kalangan warga sipil, serta gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pasca-gugurnya Khamenei, Republik Islam Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Meskipun AS dan Israel awalnya mengklaim serangan tersebut sebagai tindakan “pencegahan” terhadap program nuklir Iran, belakangan mereka memperjelas adanya ambisi untuk melakukan perubahan kekuasaan di Teheran.
Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei memicu kecaman keras dari dunia internasional. Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendeskripsikan insiden tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam operasi militer AS-Israel dan mendesak semua pihak untuk melakukan de-eskalasi guna menghentikan permusuhan sesegera mungkin demi mencegah kehancuran yang lebih luas di kawasan tersebut. ****

























