Kesehatan

BDMS Thailand Tarik Minat Berobat Masyarakat Indonesia

452
×

BDMS Thailand Tarik Minat Berobat Masyarakat Indonesia

Sebarkan artikel ini
Irwan Halim dari Flying Doctor Indonesia, Nuttachote S International Marketing BDMS dan Staf Dokter Sunserin dari Bangkok Hospital. (DOKUMEN BDMS Thailand)

JAKARTA (28/7/2023), BAMSOETNEWS.COM — Warga Indonesia yang berobat ke Thailand kian banyak. Antara lain melalui jaringan Bangkok Dusit Medical Service (BDMS). Sekaligus mengonfirmasi bahwa rumah sakit-rumah sakit Thailand mulai merambah ke ceruk pasar Indonesia.

Ini terjadi, lantaran sebagian besar masyarakat Indonesia mulai mencari pilihan prosedur pengobatan yang canggih, dan efesien dengan fasilitas yang memadai. Prosedur yang paling populer dari masyarakat Indonesia yang berobat ke Thailand cukup beragam, yakni operasi jantung, pergantian pinggul, lutut, stroke, hingga operasi bedah plastik.

Senior internasional marketing BDMS Thailand Nattachote Sanpairole menyebutkan, pihaknya menjamin pelayanan terbaik bagi pasien dari Indonesia. Antara lain menyediakan tim khusus pasien internasional. Timakan membantu mulai admistrasi asuransi hingga penerjemah bahasa.

“Tidak kalah penting tim kami akan menyiapkan fasilitas penjemputan dari bandara ke rumah sakit. Tim ini juga bertugas ke pusat perbelanjaan dan wisata ketika keluarga pasien membutuhkan refreshing,” ungkap Nattachote dalam kesempatan Exclusive Dinner Talk di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Jaringan BDMS merupakan jaringan rumah sakit swasta terbesar di Thailand yang telah diakui ahli dalam mengobati berbagai kondisi penyakit dengan teknologi muthakir serta kualitas pelayanan berstandar internasional. BDMS sudah mengantongi 17 sertifikasi Joint Commission International (JCI) dari 58 jaringan rumah sakit di Thailand. BDMS menggandeng Flying Doctor Indonesia, Kava Link, Rif Medic, Singmedic, tripmedis.id sebagai mitra.

Dalam kesempatan yang sama BDMS menghadirkan tiga dokter ternama Thailand, yakni Prof Dr Thanainit Chotanaphuti spesialis bedah mulut dan bedah pinggul dari Phyathai Hospital Thailand yang memaparkan soal robotic total knee replacement assoc. Sementara Prof Dr Assada Teeyapant, ahli jantung memaparkan operasi minimal invasive untuk pengobatan jantung.

Paparan terakhir oleh Dr Sunsem Limsoontarakul tentang penanganan stroke. Khusus penanganan stroke di Bangkok Hospital Hatyai merupakan rujukan yang direkomendasi BDMS Thailand. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang paling banyak menerima pasien internasional terutama pasien Muslim dari Malaysia. Tentunya dengan menyediakan makanan halal, rumah ibadah dan pemandangan kota Hatyai yang asri dan teduh sangat cocok untuk pemulihan pasies stroke yang membutuhkan ketenangan.

Acara yang dihadiri puluhan masyarakat Indonesia menunjukkan besarnya minat masyarkat terhadap prosedur dan teknologi Kesehatan masa kini. Hal ini didorong kebutuhan pengobatan masyarakat, di mana tingkat osteoarthritis di Indonesia mencapai prevalensi 30% (data Kemenkes). masalah ini perlu ada Tindakan operasi pergantian lutut (total Knee Replacement).

BDMS menangani integrated service kesehatan mulai dari pencegahan, pengobatan, perawatan pada pusat jantung, tulang belakang, trauma, bedah, pusat otak, saraf dan kanker.

Salah satu mitra dari BDMS yakni Flying Doctor Indonesia biasa membantu untuk memfasilitasi, bagaimana cara membawa pasien, terutama bagi pasien yang tidak bisa terbang sendiri dengan penerbangan komersial. Flying Doctor Indonesia kemudian memberikan fasilitas pendampingan tenaga medis, dan jenerbangan pesawat air ambulance ataupun penerbangan komersial yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Dalam hal ini Flying Doctor Indonesia mensupport, bagaimana caranya mentransport pasien yang tidak bisa terbang sendiri atau bagaimana cara membawa pasien tersebut. Apakah rumah sakit tersebut sudah terkoneksi atau berpartner dengan asuransinya, terkait masalah pembayaran bisa tercover secara integrated.

CEO Flying Doctor Indonesia Dr Vika, SpKp yang dihubungi secara terpisah berharap semua pihak, seperti asuransi, pasien dan rumah sakit dapat pencerahan terkait penanganan soal alternatif membawa pasien menggunakan pesawat komersial atau pesawat khusus charter.

“Membawa pasien itu ada caranya, dan bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu selain dengan penerbangan komersial ada penerbangan dengan charter khusus yang bisa kita set seperti mini ICU untuk membawa pasien terutama yang dalam kondisi kritis”, tandas Vika.

BDMS merupakan jaringan rumah sakit yang paling bergengsi di Kawasan Asia-Pasific, dengan 17 jaringan rumah sakit dari total 58 rumah sakit yang terakreditasi Joint Commision International (JCI). (PERS RILIS BDMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *