Mobilitas

Bamsoet Bersama MBI Bagikan Bingkisan Lebaran kepada Anak Yatim

278
×

Bamsoet Bersama MBI Bagikan Bingkisan Lebaran kepada Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (16/4/2023), BAMSOETNEWS.COM – Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi kegiatan buka bersama sekaligus santunan anak yatim yang dilakukan Motor Besar Indonesia (MBI). Bamsoet mengajak komunitas otomotif untuk terus memperbanyak kegiatan sosial kemanusiaan guna membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Komunitas otomotif harus mampu membangun jiwa solidaritas dengan melakukan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Selain menyosialisasikan semangat kebersamaan dan inklusivitas komunitas otomotif, serta menjalin sinergi kemitraan dan partisipasi aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah,” ujar Bamsoet saat menghadiri Buka Puasa Bersama Komunitas MBI di Jakarta, Minggu (16/4/2023).

Pengurus IMI Pusat hadir antara lain Wakil Ketua Umum Junaidi Elvis, Komisi Sosial Kombes Pol Putu Putera, Hubungan Antarlembaga Andrys Ronaldi, serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho. Hadir pula Ketua Dewan Penasehat MBI Basrizal Koto dan Ketua Umum MBI Rio Castello.

Dijelaskan, selama ini MBI tidak hanya aktif dalam kegiatan otomotif saja. Tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Saat pandemi Covid-19, MBI aktif bekerja sama dengan berbagai pihak membantu pemerintah menyelenggaraan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat. Bersama MPR, MBI juga aktif melakukan vaksinasi ideologi berupa Sosialisasi Empat Pilar MPR.

“Ke depan MBI tidak boleh hanya menjadi kekuatan sosial berbasis komunitas hobi, melainkan juga menjadi kekuatan sosial yang merekatkan persatuan bangsa. Selain, menjadi kekuatan ekonomi yang melahirkan lebih banyak pengusaha muda dan menggerakan sektor UMKM,” kata Bamsoet.

Ditambahkan, MBI harus terus tumbuh sebagai komunitas otomotif yang semakin solid dan berkomitmen menjaga inklusifitas dengan semangat persaudaraan tanpa batas. Sekaligus menjunjung tinggi semangat persaudaraan, dan menempatkan social brotherhood sebagai nafas organisasi.

“Dengan membangun paradigma kebangsaan, dimana keberagaman dipandang sebagai kekayaan yang saling menguatkan, dan bukan perbedaan yang memisahkan. Maka segala bentuk dan wujud perbedaan tidak akan menjadi penghalang bagi bangsa kita untuk hidup bersama, di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Bamsoet. (PERS RILIS MPR RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *