Rumah Kebangsaan

Untuk Menekan Angka Perkawinan Anak Dibutuhkan Dukungan Semua Pihak

40
×

Untuk Menekan Angka Perkawinan Anak Dibutuhkan Dukungan Semua Pihak

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (DOKUMEN MPR RI)

JAKARTA (26/4/2024), BAMSOETNEWS.COM — Upaya menekan angka perkawinan anak harus mendapat dukungan semua pihak, sebagai bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.

“Keluarga sebagai lingkungan terkecil yang melahirkan cikal bakal generasi penerus bangsa harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan anak bangsa yang tangguh dan berdaya saing,” kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat di Jakarta, Jumat (26/4/2024).

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2023, mencatat angka perkawinan anak di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,2 juta kasus. Dari jumlah tersebut proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin sebelum umur 18 tahun adalah 11,21% dari total jumlah anak.

Dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. Catatan Kementerian Agama RI (Kemenag) mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan angka perkawinan anak di Indonesia 8,74% pada 2024 dan 6,94% pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenag memiliki Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) untuk memberi pemahaman pendidikan keluarga bagi kalangan remaja.

Menurut Lestari, berdasarkan sejumlah catatan tersebut upaya menekan angka pernikahan anak di Indonesia harus benar-benar menjadi perhatian kita.

——————————————–
Kami meringkas berita ini untuk Anda, agar Anda bisa mengetahui perkembangan secara cepat. Jika tertarik untuk mengetahui selengkapnya, silakan BACA TAPAK ASAL
———————————————–

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *