Respons

Terus Pantau Komoditas Pangan yang Masih Mengalami Kenaikan Harga

286
×

Terus Pantau Komoditas Pangan yang Masih Mengalami Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (DOKUMEN MPR RI)

JAKARTA (20/3/2024), BAMSOETNEWS.COM — Kelancaran distribusi komoditas pangan untuk menjaga inflasi saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2024 menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Satuan Tugas (Satgas Pangan), untuk terus memantau komoditas pangan yang masih mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, beras, gula pasir, dan minyak goreng, melalui operasi pasar maupun upaya lainnya. Dengan demikian, harga bahan pangan tersebut dapat terus dipastikan tetap berada di kisaran harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.

“Meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah memaksimalkan perannya untuk memantau alur distribusi dan peningkatan permintaan untuk beberapa barang di bulan Ramadan dan Lebaran 2024. Hal ini untuk mencegah terjadinya potensi inflasi, dikarenakan inflasi tahunan atau year-on-year/yoy pada Februari 2024 mencapai 2,75% di mana terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,75 pada Februari 2023 menjadi 105,58 pada Februari 2024,” kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) untuk melakukan upaya pengendalian inflasi 2024. Di antaranya dengan melaksanakan kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dengan upaya mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah agar terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan, untuk memitigasi risiko inflasi, termasuk mengantisipasi pergeseran musim panen dan peningkatan permintaan menjelang Lebaran 2024. Kemudian, sebagai upaya jangka panjang, pemerintah juga harus menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan melalui upaya peningkatan produktivitas dan hilirisasi pangan, serta memperkuat ketersediaan data pasokan pangan untuk mendukung perumusan dan penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan pengendalian inflasi,” tandas Bamsoet.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *