Respons

Ketua MPR Sampaikan Keprihatinan Atas Bencana Gempa Bumi

1873
×

Ketua MPR Sampaikan Keprihatinan Atas Bencana Gempa Bumi

Sebarkan artikel ini
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (DOKUMEN MPR RI)

JAKARTA (26/2/2024), BAMSOETNEWS.COM — Terjadi gempa yang mengguncang wilayah Bayah Banten dengan kekuatan 5,7 magnitudo pada Minggu (25/2/2024) malam, diikuti dengan 39 gempa susulan. Dari rentetan gempa tersebut, belum adanya laporan kerugian atau kerusakan, hingga korban akibat gempa.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah Bayah, Banten tersebut. MPR mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim relawan segera turun ke lapangan untuk memberikan pertolongan kepada warga Bayah. Selain berupaya menyisir wilayah yang terdampak gempa, guna memastikan tidak adanya korban jiwa ataupun korban luka-luka, serta memastikan dampak kerugian material.

“BNPB bersama BPBD dan tim gabungan agar terus berupaya melakukan penanganan pascagempa. Antara lain dengan mendata secara akurat kerugian material yang terjadi, di samping melakukan kaji cepat dampak gempa bumi di wilayah tersebut. Dengan demikian, pemerintah pusat dan daerah dapat mulai menyusun rencana aksi berserta biaya yang dibutuhkan untuk penanggulangan serta pemulihan pascagempa,” kata Bamsoet di Jakarta, Senin (26/2/2024).

Pemerintah daerah setempat, jelasnya, diharapkan memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa yang melakukan pengungsian, di samping memberikan imbauan serta mengingatkan masyarakat setempat agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang bisa kapanpun terjadi. Selain itu meminta masyarakat untuk terus meng-update informasi terkini, terkait potensi kebencanaan termasuk yang berhubungan dengan mitigasi juga penanganan bencana.

“Meminta komitmen BNPB, BPBD, dan Pemda untuk mengkoordinir bantuan sosial untuk korban gempa. Termasuk pendistribusian batuan sosial tersebut, di samping mengoptimalkan kinerja dalam menghadapi situasi dan kondisi bencana hidrometeorologi yang belakangan sering terjadi di sejumlah wilayah. Dengan demikian, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana efektif serta maksimal dalam meminimalisir dampak buruk yang timbul akibat bencana,” tandas Bamsoet.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *