Internasional

Presiden AS ‘Patah Hati’ Begitu Mendengar Kabar Warganya Tewas di Tangan Hamas

204
×

Presiden AS ‘Patah Hati’ Begitu Mendengar Kabar Warganya Tewas di Tangan Hamas

Sebarkan artikel ini
Puing-puing bangunan di Khan Younis, Gaza Selatan. (DOKUMEN THE TIME OF ISRAEL)

WASHINGTON (23/12/2023), BAMSOETNEWS.COM — Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Jumat, ia ‘patah hati’ mendengar berita bahwa seorang warga Amerika bernama Gadi Haggai diyakini telah dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober ketika mereka menyerang Israel.  Haggai, seorang pria Israel-Amerika berusia 73 tahun, sebelumnya diduga disandera dalam serangan itu, bersama istrinya. Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera mengatakan sebelumnya pada hari Jumat bahwa Haggai meninggal dalam penawanan.

“Jill (Biden) dan saya patah hati mendengar berita bahwa Gadi Haggai dari Amerika kini diyakini telah dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober. Kami terus berdoa untuk kesejahteraan dan kepulangan istrinya, Judy dengan selamat,” kata presiden dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Judith Weinstein, istri Haggai, masih disandera di Gaza, menurut media Israel Haaretz. Pernyataan Biden tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai apa yang terjadi pada Hagai.

Hamas menyerang kibbutzim, kota-kota perbatasan dan festival musik di Israel pada 7 Oktober dalam serangan yang menewaskan 1.200 orang, dan 240 orang disandera di Gaza, menurut penghitungan Israel. Serangan balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 20.000 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas, dan banyak lagi yang hilang dan diperkirakan terkubur di bawah reruntuhan.

Berdasarkan berbagai sumber informasi, sebuah komite yang ditunjuk pemerintah Israel telah menyatakan beberapa sandera tewas secara inabstia. Hamas secara umum tidak membenarkan pernyataan tersebut, namun telah memperingatkan bahwa ‘waktu hampir habis’ bagi para sandera ketika perang militan Palestina dengan Israel mendekati minggu ke-12.

Haggai “akan dikenang sebagai pria berbakat, dengan kecerdasan tajam dan kecintaan pada alat musik tiup. … Dia adalah koki berbakat, dan bersama istrinya, Judi, dia menjalani gaya hidup sehat dan aktif,” kata keluarganya dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Haaretz.

“Kami berduka atas kehilangan ayah dan kakek kami, dan kami terus berharap dan berdoa agar jenazahnya dikembalikan kepada kami dan Judi masih hidup dan kami akan segera dipertemukan kembali,” tambah pernyataan keluarga.

Menurut penghitungan resmi Israel, 129 orang masih ditahan di Gaza setelah sisanya dipulangkan melalui gencatan senjata pada bulan November atau pulih selama serangan militer. Dari mereka yang masih berada di Gaza, 22 orang tewas, kata pemerintah Israel. Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengatakan antara lima hingga 10 sandera memiliki kewarganegaraan AS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *