Peristiwa

Korban Tewas Akibat Letusan Gunung Marapi Meningkat Jadi 22 Orang

93
×

Korban Tewas Akibat Letusan Gunung Marapi Meningkat Jadi 22 Orang

Sebarkan artikel ini
Petugas penyelamat di lereng Marapi (DOKUMEN BBCNEWS)

JAKARTA (5/12/2023), BAMSOETNEWS.COM —- Korban tewas akibat letusan gunung berapi Marapi di Agam, Sumatra Barat bertambah menjadi 22 orang, setelah tim penyelamat menemukan sembilan jenazah lagi. Pencarian 10 pendaki yang hilang di Gunung Marapi dilanjutkan Selasa (5/12/2023) setelah dihentikan karena kekhawatiran keselamatan.

Sembilan jenazah telah ditemukan pada sore hari, dan satu di antaranya masih hilang. Dua belas pendaki lainnya yang terluka sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Letusan gunung berapi yang sering terjadi telah menghambat upaya penyelamatan selama berhari-hari. Ahmad Rifandi, kepala pos pemantauan Marapi, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa lima letusan telah tercatat pada hari Selasa saja. “Marapi masih sangat aktif. Ketinggian kolomnya belum terlihat karena tertutup awan,” ujarnya.

Tim penyelamat mengatakan kepada BBC News Indonesia, mereka memanfaatkan waktu yang relatif tenang untuk mencari korban hilang dan upaya untuk mencari pendaki terakhir yang hilang akan dilanjutkan pada Rabu.

Gunung berapi tersebut memuntahkan awan abu sepanjang 3 Km (9.800 kaki) ke udara pada hari Minggu, menyelimuti desa-desa sekitarnya dengan abu. Terdapat 75 pendaki di kawasan tersebut saat terjadi letusan, sebagian besar telah dievakuasi dan mendapat perawatan luka bakar.

Gunung Marapi, yang berarti ‘Gunung Api’, adalah salah satu gunung berapi paling aktif dari 127 gunung berapi di Indonesia dan juga populer di kalangan pendaki. Beberapa jalur baru dibuka kembali pada bulan Juni lalu karena letusan abu dari bulan Januari hingga Februari. Letusan paling mematikan di Marapi terjadi pada tahun 1979, yang menewaskan 60 orang.

Rekaman video letusan hari Minggu menunjukkan awan besar abu vulkanik menyebar luas di langit, dan mobil serta jalan tertutup abu. Pada Senin, tim penyelamat bergiliran membawa korban tewas dan korban luka menuruni medan gunung yang sulit dan naik ke ambulans yang menunggu dengan sirene yang menggelegar.

“Beberapa orang mengalami luka bakar karena cuaca sangat panas, dan mereka telah dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar Rudy Rinaldi.

Salah satu pendaki, Zhafirah Zahrim Febrina, meminta bantuan ibunya melalui pesan video dari gunung berapi tersebut. Pelajar berusia 19 tahun yang akrab disapa Ife itu tampak kaget, wajahnya terbakar dan rambutnya kusut terkena abu abu tebal. “Bu, tolonglah Ife. Beginilah keadaan Ife saat ini,” ucapnya.

Dia sedang melakukan perjalanan hiking di Marapi bersama 18 teman sekolahnya dan sekarang berada di rumah sakit untuk menerima perawatan. Ibunya, Rani Radelani, mengatakan kepada AFP bahwa putrinya mengalami “trauma yang luar biasa”.

“Dia terpengaruh secara psikologis karena dia melihat luka bakarnya, dan dia juga harus menahan rasa sakit sepanjang malam,” katanya.

Marapi terletak di Sumatra, pulau paling barat dan terbesar ketiga dari 18.000 pulau di Indonesia. Tingginya 2.891 m (9.485 kaki). Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, tempat pertemuan lempeng benua menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik yang tinggi.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *