Lakukan Upaya Menghilangkan Stigma Anak Narapidana Terorisme

Date:

Share post:

JAKARTA (16/2/2023), BAMSOETNEWS.COM — Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah memperhatikan terkait fenomena stigmatisasi anak narapidana terorisme, dan melakukan upaya untuk menghilangkan stigma tersebut. Alasannya, anak narapidana terorisme juga memiliki hak untuk diterima di lingkungan masyarakat secara konkret.

“Pemerintah agar mencanangkan program untuk pembersihan atau deradikalisasi terhadap anak narapidana terorisme, guna memastikan anak ataupun orang-orang yang dekat dengan narapidana terorisme bersih dari pemikiran dan aksi terorisme maupun radikalisme. Dengan langkah ini dapat menghapus kekhawatiran atau ketakutan masyarakat terhadap aksi terorisme yang mungkin dilakukan oleh kerabat terdekat pelaku aksi terorisme,” kata Bamsoet di Jakarta, Kamis (16/2/2023).

Bamsoet juga mengimbau agar masyarakat tidak menggeneralisasi semua pihak yang berada di dekat pelaku terorisme itu memiliki kejahatan yang sama dengan pelaku terorisme. Termasuk keluarga dari pelaku terorisme yang berpotensi besar mendapat stigma negatif atas tindakan tersebut. MPR berharap, pemerintah dan masyarakat dapat lebih merangkul atau memberikan bantuan serta perhatian kepada keluarga atau kerabat yang dekat dengan narapidana terorisme.

Pemerintah, menurut Bamsoet, agar bisa memberikan kepastian bahwa anak narapidana terorisme memiliki hak untuk dapat mengenyam pendidikan seperti anak-anak seusianya. Karena, pendidikan tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan intelektual, sosialisasi, dan kelanjutan kehidupannya kelak.

“Meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terus memperjuangkan perlindungan kepada anak narapidana terorisme sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU No 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dan Peraturan Pemerintah No 78/2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak,” tandas Bamsoet.

Selain juga meminta pemerintah memberikan rehabilitasi secara fisik dan psikis sebagai upaya preventif untuk mencegah terpaparnya anak narapidana terorisme dari pemikiran radikal, dan melakukan tahapan mitigasi dari lingkup keluarga narapidana terorisme, agar stigma negatif kepada keluarga pelaku, terutama anak napiter, bisa hilang dari kehidupan bermasyarakat. (PERS RILIS MPR RI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Berita Terkait

Perbandingan Kamera iPhone 15 Pro Max vs Samsung Galaxy S24 Ultra: Mana yang Terbaik untuk Fotografi dan Videografi?

Dua Raksasa Smartphone Unggulkan Fitur Kamera Canggih, Temukan Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Anda Membeli Kamera Flagship, Dua Pendekatan Berbeda JAKARTA,...

Ratusan Siswa SMP di Buleleng Bali Tidak Bisa Membaca: Ini Penyebab dan Solusinya

Dewan Pendidikan Buleleng Menyebut Lebih dari 400 Siswa Masih Kesulitan Membaca. Masalah ini Dipicu Dampak Pandemi, Kebijakan Naik...

Chery Tiggo 8 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Fitur Mewah dengan Harga di Bawah Rp400 Juta

SUV Keluarga Terjangkau dengan Interior Premium, Teknologi Canggih, dan Kenyamanan Maksimal Chery Perluas Pasar SUV di Indonesia lewat Peluncuran...

Tujuh Tempat Ngopi Malam Hari di Bandung yang Cozy dan Instagramable

Rekomendasi Kedai Kopi di Bandung untuk Menemani Malam, dari Dago Hingga Lembang Bandung, Surga Para Pecinta Kopi di Malam...