Berita

Pergelaran Wayang Kulit ‘Wahyu Makutharama’ Bentuk Sinergitas TNI-Polri

285
×

Pergelaran Wayang Kulit ‘Wahyu Makutharama’ Bentuk Sinergitas TNI-Polri

Sebarkan artikel ini
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (DOKUMEN MPR RI)

JAKARTA (3/2/2023), BAMSOETNEWS.COM – Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi peran Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menginisiasi pergelaran wayang kulit bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dengan lakon ‘Wahyu Makutharama’, sebagai bentuk Sinergitas TNI-Polri. Pada 7 November 2003 lalu, UNESCO mengakui pertunjukan wayang kulit sebagai ‘Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity’ atau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.

“Karena itu kita patut bangga, salah satunya dengan turut melestarikan pergelaran wayang kulit sebagaimana dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Selain sebagai upaya melestarikan seni dan budaya bangsa, event ini juga bisa semakin mendekatkan Polri dan TNI dengan masyarakat melalui jalur kesenian dan kebudayaan. Hal ini bisa semakin meningkatkan peran Polri dan TNI sebagai pengayom masyarakat,” ujar Bamsoet usai menyaksikan pergelaran wayang kulit dengan lakon ‘Wahyu Makutharama’, di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2023) malam.

Bamsoet menjelaskan pergelaran wayang kulit ini sekaligus juga bentuk sinergitas Polri dan TNI, karena turut didukung oleh para personel TNI di bawah kepemimpinan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Sebelumnya, Polri juga telah mendukung pergelaran wayang orang ‘Pandawa Boyong’ yang diinisiasi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

“Sinergitas dan kekompakan TNI-Polri ini sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, sekaligus keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Bamsoet.

Dipaparkan, pergelaran wayang kulit tersebut menampilkan empat dalang, yakni Ki Harso Widisantoto, Ki MPP Bayu Aji Pamungkas, Ki Yanto, dan Ki Sri Kuncoro. Penampilan hiburan juga dimeriahkan oleh Gareng Semarang, Sinden Elisha, Iis Sugiarto, dan Sinden Endah Laras.

“Wahyu Makutharama merefleksikan setiap nilai Pancasila. Di dalamnya berisikan wejangan hastha brata, yakni delapan pedoman yang bersumber pada sifat dan watak delapan unsur alam. Hastha brata sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia karena memuat nilai-nilai Pancasila dalam kepemimpinan dan bersosial masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Turut hadir antara lain Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Menteri ATR/Kepala BPN Marsekal TNI (purn) Hadi Tjahjanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Waksad Letjen TNI Agus Subiyanto. (PERS RILIS MPR RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *